Wednesday, May 28, 2008
Manusia yang Mengeluh

Artikel dari Ustad Joban

MENGELUH, sebenarnya memang sifat alami manusia, sangat manusiawi, dan diperbolehkan… tidak ada larangan untuk mengeluh! Tetapi, seringkali diantara kita ini, sebagian besar TIDAK MAU BELAJAR dari pengalaman kesulitannya. Semua orang pasti punya masa lalu, ada yang baik dan ada yang buruk. Nah, masa lalu yang buruk ini semestinya jangan menjadi beban, tetapi jadikanlah itu suatu pengalaman dan pelajaran kehidupan.

Saya ingin mengingatkan kepada kita semua, tentang sabda Nabi Muhammad SAW, yang sudah sejak awal memberikan nasihat, agar kita MENJAGA LIMA HAL, SEBELUM DATANG LIMA HAL lainnya, yang menjadi KEBALIKANNYA, sebagai berikut:

Masa muda, sebelum datangnya masa tua.

Kesehatan, sebelum sakit.

Kekayaan, sebelum kekurangan.

Waktu luang, sebelum kesempitan.

Kehidupan, sebelum kematian.

Nah, sebagian dari kita ini, lebih sering dan selalu berteriak meminta pertolongan ALLAH, ketika diperlihatkan SEDIKIT SAJA KESUSAHAN yang sebenarnya telah mereka buat sendiri. Tetapi mereka ini biasanya dengan cepat kembali DURHAKA kepada ALLAH, jika keadaan mulai membaik!

Dalam keadaan sulit, mereka yang mudah mengeluh ini seakan-akan bisa menghargai setiap nikmat ALLAH sekecil apa pun. Tetapi, saat mereka sedang berada di dalam gelimang harta, kesuksesan, kelihatan memejamkan matanya dari mereka yang butuh bantuannya, bahkan bisa saja mereka menari-nari di atas penderitaan orang lain. Mudah sekali menghamburkan uang untuk berfoya-foya, bahkan berbuat maksiat!

Na'udzubillah tsumma na'udzubillah.

Saya kutipkan dari Al-Qur'an, surat Yunus ayat 12, sebagai berikut:

"Dan, apabila kesusahan menimpa manusia, dia berdo'a kepada Kami, di waktu berbaring atau di waktu duduk atau di waktu berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan kesusahan itu daripadanya, dia berlalu seolah-olah tidak pernah berdo'a kepada Kami mengenai kesusahan yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik, apa yang mereka kerjakan."

Anda simak ayat suci di atas, itu sebenarnya ALLAH menunjukkan kepada kita, bagaimana sebaiknya bersikap terhadap kehidupan, yang jelas-jelas milik ALLAH SWT ini. Oleh sebab itu, seharusnya kita semua menyadari bahwa memang semestinya dalam menjalani kehidupan ini, kita harus memiliki pedoman dan tuntunan hidup, yang akan mengarahkan dan membimbing hidup kita secara benar, sebagaimana keinginan ALLAH.

Berbagai permasalahan hidup, kesulitan, ataupun kesusahan yang terjadi…bisa jadi itu disebabkan oleh kita, yang telah berjalan tidak sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh ALLAH, seperti yang digariskan di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Kalau kita mau menggunakan pedoman dari ALLAH dan Rasul-NYA ini, maka semua hal apapun itu: keberkahan, keberlimpahan, atau pun kesusahan, kesulitan, penderitaan, dan berbagai permasalahan dalam kehidupan; maka semuanya akan kita kembalikan lagi kepada Sang Maha Segalanya, ALLAH SWT, Sang Pemilik Kehidupan ini.

Sehingga dengan demikian, kita menjadi sangat percaya, bahwa ALLAH pasti selalu berkehendak yang terbaik untuk hamba-hamba-NYA. ALLAH pasti selalu memudahkan, bukan mempersulit. Sehinga, apa pun yang terjadi…pasti untuk kebaikan kita sendiri. Di setiap kejadian, pasti selalu ada maksud baik dari ALLAH. Oleh sebab itu, apa pun yang terjadi, pasti patut untuk selalu disyukuri.

Satu sikap yang harus kita miliki adalah selalu berbaik sangka kepada ALLAH. Berbaik sangka lah kepada ALLAH. Ingatlah sabda Nabi, bahwa ALLAH itu sebagaimana yang diprasangkakan oleh hamba-NYA. Renungkanlah kehidupan Anda, dan koreksilah dengan jujur. Kebanyakan dari kita, sangat jarang menggali penyebab kesulitan, kesusahan atau berbagai problem kehidupan dari dalam diri kita sendiri. Kebanyakan dari kita, lebih senang menyalahkan orang lain atau bahkan menyalahkan ALLAH.

Astaghfirullaahal'adzim.

Nah, sedikit uraian pengalaman saya dalam memberikan wawasan kesadaran kepada para client, sahabat-sahabat, dan saudara-saudara yang pernah datang kepada saya, sebagaimana di atas ini, semoga bisa memberikan manfaat bagi Anda yang membacanya.

Kita memang boleh saja mengeluh, tetapi adalah lebih baik lagi…SEBELUM MENGELUH, HENDAKNYA KITA BERSYUKUR TERLEBIH DULU. Rasakanlah dan terimalah dengan penuh syukur dan ikhlas, berbagai karunia Ilahi yang telah kita terima. Anda bisa hidup sampai sekarang ini saja sudah merupakan suatu karunia Ilahi yang tidak bisa diukur nilainya.

Jika Anda berdo'a memohon sesuatu kepada ALLAH SWT, sebaiknya bersyukurlah lebih dulu, berterima kasihlah terlebih dulu, pujilah terlebih dulu Dzat Yang Maha Dahsyat, ALLAH… baru kemudian Anda boleh mengeluhkan apa pun, dan meminta yang Anda inginkan agar ALLAH memberikan pertolongan-NYA kepada Anda. Inilah ETIKA BERDO'A yang disukai oleh ALLAH SWT. Jangan berdo'a dengan hanya mengeluh, meminta atau bahkan protes karena Anda merasa belum diberikan ALLAH keberlimpahan hidup.

Belajarlah dari kehidupan yang Anda jalani ini. BERSYUKURLAH LEBIH DULU, BARU BOLEH MENGELUH kepada ALLAH SWT.

Labels:


Photobucket - Video and Image Hosting

Thursday, May 15, 2008
Mencari Cinta Sejati

Artikel dari Ustadz Joban

Bertepuk sebelah tangan sahaja tidak akan berbunyi.
Bercinta dengan yang tidak mencintai, akan menyebabkan seseorang itu kecewa.
Itulah lumrahnya apabila bercinta dengan manusia.
Sebaliknya bercinta dengan Allah, cinta kita pasti akan berbalas.
Bahkan ia diberi penghargaan dan disambut dengan baik.
Cinta Allah yang Maha Pencinta tidak memilih siapa, rupa, gaya dan bagaimana keadaannya. Cinta yang tidak pernah luput walau sesaat malahan terus berkekalan.


Berbeza dengan manusia yang hanya cinta pada yang disukai dan diminati.
Cintanya pula bermusim dan tidak kekal.
Sewaktu disenangi dicintai, bila jemu atau benci tidak lagi dicintai malah ditinggalkan.
Cinta manusia juga terbatas dan ada kepentingan.
Isteri cintakan suami kerana suami tempatnya bergantung.
Ibu mencintai anak kerana anak itulah penghiburnya di kala sunyi.
Kawan menyayangi kawan kerana dapat berkongsi merasai senang susahnya hidup.
Pengikut sayangkan ketua kerana ketua menjadi penaungnya.

Namun Allah yang Maha Pencipta mencintai hamba-hambanya tanpa ada kepentingan.
Allah hanya melebihkan kecintaanNya kepada orang-orang yang mencintaiNya.
Allah akan murka kepada orang yang mengingkariNya.
Cinta Seindah Yang Diucap.

Semua orang boleh mengaku dan berikrar bahawa dia mencintai Allah.
Tapi tindak-tanduknya dapat mencerminkan apakah dia benar-benar mencintaiNya.
Allah sendiri lebih tahu siapakah diantara hambaNya yang benar-benar mencintaiNya.
Orang yang benar-benar mencintai Allah sanggup berbuat apa sahaja keranaNya.
Tanda seseorang itu mencintai Allah ialah dia beriman kepada Allah.
Dia berkasih sayang dengan sesama manusia dan saling bersilaturrahim.

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang sabar."(Surah Ali Imran ayat 146)

"Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan."(Surah Ali-Imran ayat 134
)

Sekuntum Mawar Hafizah

Labels:


Photobucket - Video and Image Hosting

Saturday, May 10, 2008
The Test and Surah Al-Waqi'ah


Sudah beberapa lama ini banyak musibah menimpa dimana-mana; warga pengajian Assyifa tak luput diuji kesabarannya oleh yang Maha Kuasa.
Beberapa ujian berupa datangnya tamu tak diundang, meninggalnya orangtua tercinta dan dampak inflasi ekonomi.
Dampak inflasi terlihat dalam beberapa bulan yang lalu seperti kenaikan BBM yang cukup tinggi hingga mempengaruhi harga sandang pangan dan sektor pelayanan. Belum lagi berakhir, stock penyediaan beras di Seattle sudah menipis, harga beras hampir 1.5 kali lipat. Di beberapa toko, tiap keluarga dibatasi hanya untuk membeli 3-4 karung beras. May Allah give us strength and patience in this situation.

Memang kita tengah diuji dengan bermacam cara, maka untuk pengajian kali ini Pak Ustadz mempunyai agenda acara pembacaan ta'ziah untuk wafatnya ayahanda Inasz, Said Mohammad Salleh dan ibunda Mba Ika, Ibu Sumini. Materi pengajian mengenai Tafseer Surah Al-Waqiah (the description of Jannah).

Teringat disalah satu postingan pak Ustad di milis mengenai surah Al-Waqiah:
Diriwayatkan oleh Al-Hafizd Ibn Asakir dari Abi Dzibyah yang berkata: “Ketika Abdullah bin Masud (RA) dalam keadaan sakit dan saat-saat menjelang kematiannya, Uthman bin Affan (RA) berkunjung kepadanya dan berkata: “Apa yang kemu keluhkan? “Dosa-dosaku” jawab Ibn Masu’d. Apa yang kamu dambakan? Kata Sayidina Uthman. Ibn Masu’d menjawab: “Rahmat Tuhanku.” “Tidakkah engkau mau aku memberikan sesuatu untukmu? Ibn Masu’d menjawab: “Aku tidak perlu apa-apa dari hartamu.” Uthman berkata: “Biarkan untuk anak-anak perempuanmu setelah kamu (meninggal). “Apakah kamu takut anak-anak perempuanku menjadi miskin? (Jangan takut) aku sudah memerintahkan kepada mereka agar supaya membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam. Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam tidak akan terkena kefakiran atau kemiskinan sama sekali.” Jawab Ibn Masu’d. “
Maka sejak itu Abu Dzibyah (yang meriwatkan Hadith diatas) tidak pernah meniggalkannya setiap malam.
Mari mulai hari ini kita ajarkan anak-anak kita untuk menghafal surat al-Baqarah

Berikut ada tambahan du'a dari Ustadz:
Allahumma ini astau diuka fi ahli, wamali
(O Allah, I leave my family and property under your protection)



Pengajian bulan ini cukup padat acaranya; setelah ceramah Ustadz ada dua guest speakers yang berbicara dengan topik yang hampir sama yaitu penuh kesabaran dan terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam menghadapi cobaan.
Para guest speaker yaitu Bpk. Rudi Himawan (Dallas, TX), director PKS Canada & North America (Partai Keadilan Sejahtera) dan Lecture oleh Sh Sa’ad Hassanin dari Dallas, TX “The Journey of the Souls”

Artikel dari Pak Irfan:
One day, a neighbor came running to one companion of the Prophet, Abu-Darda, when he was at his shop. The neighbor said that the neighborhood where they lived was on fire and that Abu-Darda's house was also burning. Abu-Darda calmly said, `No, it has not burned.'

Another person came in and gave the same report, and Abu-Darda gave the same reply. A third person showed up with the same news and got the same answer. Then another man came in and said, `Abu-Darda! The fire was blazing high, but when the flames came to your house, they went out!'

Abu-Darda replied, `I knew that God, The Exalted, would not allow my house to burn because I heard from the Prophet that the person who repeats certain words in the morning will be safe from all misfortunes until evening, and I recited them this morning:

Allahumma anta rabbi, la ilaha illa anta,`alaika tawakkaltu wa anta rabbul `arshil karim.
Masha Allahu kana wa malam yasha' lam yakun wa la hawla wa la quwwata illa billahil-`aliyyil `azim.
A'lamu annallaha `alaa kulli shay-in qadir wa annallaha qad ahata bikulli shay-in `ilma.
Allahumma inni a'dzu bika min sharri nafsi wa min sharri kulli dabbatin, anta akhidzum bi nasiyatiha.
Inna rabbi `ala siratim-mustaqim.


Oh God, You are my Lord. There is nothing worthy of worship except You,
I place all of my trust and reliance in You and You are the Lord of the Noble Throne.
Whatever God wishes, takes place, and whatever He does not desire, does not occur,
and there is no power and no strength except in God, The Exalted, The Mighty.
I know that God is Powerful over all things, and that God has knowledge of all things.
Oh God, I seek refuge in You from the evil of my soul and from the evil of every creeping crawling creature. You are master over them.
Verily, You are Lord of the Straight Path.
(Ref: Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq)

May Allah give them something better and may He protect us all in this life and the hereafter.

Untuk foto-foto lengkap silakan klik disini.
Website untuk lokasi dan update harga bensin, tinggal isi zip code. Thanks Ana Radzi for the link.

Labels: ,


Photobucket - Video and Image Hosting

Saturday, May 03, 2008
Adam "Hassan" Colling in Rodney Racoon

Hari ini kita berpantun
Bergurau-gurauan sambil bersantai
Hidup sentiasa bersopan-santun
Berkenal-kenalan sambil berdamai


ºO mankind! We created you from a single [pair] of a male and a female, and made you into nations and tribes, that ye may know each other (not that ye may despise each other; verily the most honored of you in the sight of Allah is the most righteous of you). (Al-Hujurat: 13)

This short video encourages us to respect one another and to have compassion for each other, no matter what our backgrounds may be.

Enjoy it!



Letter to parents:

Dear Friends

Rodney Raccoon and Friends Seeds Of Compassion "It Takes Us All" will air on Channel 76 Every Saturday @ 4:47pm for month of May! Make sure you tune in to see the wonderful work that was done with the youth in our community!

Special Thanks to all those involved!

Warm Regards,
Carla Camacho
Executive Administrative Assistant
WayOutRecords, Inc./WayOut Kids
PO BOX 1722
Tacoma, WA 98401
(253)627-1899

"The voyage of discovery is not in seeking new landscapes but in having new eyes."

CREDITS

Executive Producer F. Jerome “JD” Davis
Consulting Producer Lisa Youngblood Hall
All Music Produced by Alex “Big Squigg” Davis
Animation by Reggie Mosby
Cartoon backgrounds Stan Shaw
Script Written by F. Jerome “JD” Davis
Shot & Edited by Victory Studios

Actors/Actresses
Olivia Miles as Mo’nique
Jack Ripley as Jon-Jon
Rosetta Liskey as Nizhoni
Javier Guerra as Javier
Marissa Modestowicz as Bianca
Adam Colling as Hassan
Dawneen Davis as Ms. Williams
Rodney Raccoon

He's smart, funny and loves to entertain people; look at him in another occasion.... Bellevue summer fun day ^__^

Labels:


Photobucket - Video and Image Hosting

Tuesday, April 15, 2008
Aqiqah: Fadil, Aaliyah and Katherine



Pengajian bulan April kali ini temanya babies, karena ada 3 babies yang aqiqah.
Pengertian lengkap aqiqah dapat dilihat disini.
Meskipun lahirnya tidak bersamaan, mereka lahir di bulan Februari dan Maret 2008.
Para babies yang go public itu:
Fadil Al-Ghiffary Gucci first son of Br. Revawandi Mastur & Sr. Lisa Ardana
Aaliyah Elaina Kartini Hanna first daughter of Br. Allen Hanna & Sr. Irma Bebasari
Katherine Anise Jones first daughther of Br. Eric Jones & Sr. Muna

Seperti biasa kalau mau aqiqah, ibu-ibu disini gotong royong untuk masak kambingnya. Bisa juga sih pesan ke restaurant, tinggal bayar dan tau beres; tapi kurang berkesan. Untuk itu aqiqah kali ini sepenuhnya dari Br. Reva dengan 2 kambingnya yang besar. Ibu Lies, Bu Wawung dan Bu Joban membantu masak gulai kambing dan BBQ kambing. Sisa makanan potluck pengajian supaya tidak terlalu memberatkan.
Babies lainnya sudah aqiqah di tanah air; karena di negara kita pun masih banyak sekali yang kekurangan. Alhamdulillah jadi semuanya kebagian merata.

Ibu para bayi


Acara dimulai dengan doa kemudian pemotongan rambut oleh Ustad Joban dan anggota pengajian. Hari itu tampak ramai dan suka cita dengan kedatangan anggota baru.
Sebagai penutup baby Fadil dan baby Aaliyah dipotong habis rambutnya oleh Br. Faisal. Br. Faisal nampak handal memegang kepala babies yang mungil dengan mesin pencukurnya. Aaahh...maasih tetep lucu dan menggemaskan kok....

Akhir kata semoga para babies tumbuh menjadi anak yang soleh/hah, berbakti pada kedua orang tua dan mempunyai iman Islam yang tangguh. Amien...

Untuk foto selengkapnya silakan klik disini.
Silakan tengok halaman 'comment' untuk ucapan selamat kepada para orangtua dari anggota Assyifa.

Labels: ,


Photobucket - Video and Image Hosting

Saturday, April 05, 2008
Spring wedding: Sr. Nazmi & Br. Juan



Spring has sprung... wedding is in the air with loads of beautiful flowers Masya Allah

Salah satu anggota keluarga besar Jambi yaitu Bu Salmah dan Pak Abu berkenan mengadakan akad nikah dan resepsi pernikahan putrinya Nazmi Abu di mesjid Ar-Rahmah pada tanggal 22 Maret 2008.

Pembentukan panitia sudah dirancang dua bulan sebelumnya. Event coordinator dipimpin langsung oleh Br. Jeremy. Ibu Salmah khususnya mengerahkan segenap keluarga besarnya di Seattle sebagai penanggung jawab penyediaan makanan.
Makanan seperti layaknya khas keluarga Jambi seperti kari kambing, nasi minyak, rendang, salmon panggang, aneka ragam appetizer.
Yang lainnya mendapat tugas dekorasi, jahit menjahit dari backdrop sampai buku tamu.
Bu Salmah sangat terharu dan berterima kasih atas segala bala bantuan dari segenap keluarga dan teman-teman. "Disini sangat terasa gotong royong dan kekeluargaannya terutama setelah adanya Masjid Ar-Rahmah ini", ujarnya.



Susunan acara dan formatnya hampir sama seperti resepsi pernikahan Sr. Wien di tahun silam. Pengantin wanita dan pria mengenakan busana nikah ala India; kombinasi warna salem dengan background kontras merah putih.

The Bride bersama ibu-ibu Assyifa


Untuk koleksi foto-foto lengkap silakan klik disini
Photos taken exclusively by Sr. Linda Irsyad and Br. Faisal Aminy

Labels: ,


Photobucket - Video and Image Hosting

Friday, March 28, 2008
Prophet Muhammad PBUH's last sermon

Labels:


Photobucket - Video and Image Hosting



 
   
 
Pengajian Assyifa December 19, 2001
Daisypath Ticker